Menghindari Perpecahan

Oleh : Dadang Khaerudin

Pertengkaran atau perpecahan (iftiraq) suatu umat sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah menyatakan, ''Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan....''

Dalam skala kecil, perpecahan di tubuh umat Islam sudah ada sejak zaman Rasulullah masih hidup. Namun, Rasulullah tanggap untuk segera menyelesaikannya. Perpecahan akan membawa dampak yang sangat buruk bagi eksistensi umat Islam, apalagi perpecahan yang terjadi itu adalah antargolongan, kelompok, atau lembaga.

Karena itu, ajaran Islam memberikan rambu-rambu kepada setiap umatnya agar tidak terperosok pada perpecahan. Berbagai peringatan dan ancaman telah Allah SWT berikan kepada setiap hamba-Nya yang terlibat perpecahan sehingga dapat mencegah terjadinya perpecahan yang lebih besar yang dilakukan secara berkelompok. Karena bagaimana sebuah perpecahan besar akan terjadi antarkelompok, bila masing-masing individu telah terbina dan dewasa dalam menyikapi segala hal yang dapat memancing perpecahan tersebut.

Rambu-rambu itu seperti berikut ini. Pertama, pertengkaran adalah perbuatan yang tidak dihalalkan alias diharamkan bila dilakukan melebihi tiga hari. Dengan ini, pertengkaran atau perpecahan merupakan perbuatan dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari yang artinya, ''Haram bagi setiap muslim untuk bertengkar melebihi tiga hari.''

Dan, kedua, perpecahan atau pertengkaran dapat menyebabkan tidak diterimanya shalat seorang Muslim. Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah yang berbunyi, ''Terdapat tiga golongan yang shalatnya tidak dapat diterima meskipun hanya sejengkal, yaitu imam yang dibenci makmumnya, istri yang dimurkai suaminya (karena kedurhakaannya), dan dua orang yang sedang bertengkar.''

Karena itulah kemudian Allah memerintahkan untuk selalu mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh tali persatuan serta menjauhi perpecahan. Allah pun telah mengingatkan kita dalam firman-Nya, ''Dan, berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. Dan, janganlah kamu bercerai-berai.'' (QS Ali Imron [3]: 103). Maka, mari jaga diri kita untuk tidak jatuh dalam pertikaian sekecil apa pun. Damai itu indah, bukan?

sumber : Republika

About this entry

Posting Komentar

 

About me | Author Contact | Powered By Blogspot | © Copyright  2009